Beranda Jawa Tengah Paket Wisata Semarang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Wisata Alam

Paket Wisata Semarang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Wisata Alam

25
0
paket wisata semarang
Foto :bisnis.com
desain web semarang

Penyedia Paket Wisata Semarang seperti beberapa partner yang sudah tergabung di Paradisonesia semakin beragam, mulai dari paket walking tour semarang, paket one day semarang, paket city tour semarang dan paket yang memadukan semaran dengan kabupaten semarang.

Wisata Sejarah Semarang

Semarang merupakan kota bersejarah, kota perjuangan dan kota industri, beberapa tempat wisata yang bisa masuk kategori wisata sejarah diantaranya:

  1. Tugu Muda
  2. Kota Lama
  3. Sam Poo Kong
  4. Lawang Sewu
  5. Simpang Lima
  6. Masjid Besar Kauman
  7. Gereja Blenduk
  8. Menara Mercusuar Willem III
  9. Kawasan Pecinan

Tugu Muda Semarang

Monumen ini dibuat untuk mengingati kejadian pertempuran 5 hari di Semarang. Dibikin pada 10 November 1950 dan disahkan Presiden Soekarno di tanggal 20 Mei 1953.

Tugu Muda berada di tatap muka jalan prosedur di antara Jalan Pandanaran, Pemuda, Dr Sutomo dan Imam Bonjol dan MGR Soegijapranata. Dia ialah saksi bisu yang merekam banyak kejadian penting sepanjang lima hari pertarungan.

- Advertisement -promo booking hotel

Saat ini bangunan monumental telah diputuskan sebagai teritori cagar budaya dengan alami beberapa peralihan seperti tambahan kolam dan taman.

Kota Lama Semarang

Bangunan-bangunan yang ada di teritori ini mempunyai arsitektur ciri khas Eropa. Karena itu, teritori ini dikenal juga dengan panggilan Little Netherland.

Ini karena dahulunya teritori ini sebagai pusat dari ekonomi dan rumah orang Belanda yang tinggal di Semarang. Berawal dari penandatanganan kesepakatan di antara Kerajaan Mataram dan VOC yang memberikan Semarang ke VOC sebagai pembayaran oleh Amangkurat II.

Bangunan pertama kali yang dibuat ialah benteng namanya Vijfhoek sebagai pusat militer. Bangunan ini pernah merasakan fortifikasi di saat kejadian Gempar Pecinan.

Tetapi, karena perubahannya tidak cepat, fortifikasi ini dibedah di tahun 1824 M.

Klenteng Sampokong Semarang

Sam Poo Kong dibuat sebagai tempat penghormatan untuk Laksamana Cheng Ho yang sempat berkunjung di sini saat akan lakukan perjalanan ke semua Indonesia dalam sampaikan visi perdamaian. Awalannya beberapa awak Cheng Ho cuman membuat lambang penghormatan dalam suatu goa yang disebutkan dengan Gedung Batu, tetapi pada akhirnya ditingkatkan bangunannya jadi sebuah klenteng.

Laksamana Cheng Ho sendiri ialah seorang pelaut dan pelacak asal dari Tiongkok yang mempunyai karakter arif dan sukai menolong sama-sama. Dia mempunyai jasa dan peranan yang banyak untuk Indonesia, ditambah dalam penebaran agama Islam.

Di kota lain selainnya di Semarang, situs warisannya selalu diikuti dengan dibangunnya mushola.

Lawang Sewu Semarang

Di awal pembangunan bangunan ini namanya Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Orang Jawa memberikannya nama Lawang Sewu yang memiliki arti seribu pintu karena bangunan ini banyak memiliki pintu, walaupun pada kenyataannya jumlah pintu tidak sebanyak itu.

Bangunan ini awalannya sebagai kantor administrasi dari sebuah perusahaan kereta api swasta. Riwayat gelap juga menempel, selainnya jadi saksi bisu dari pertarungan menantang Jepang.

Lantai bawah tanah di gedung ini sempat juga dijadikan penjara untuk beberapa sandera perang. Sesudah kemerdekaan, bangunan ini berbeda peranan jadi Kantor Badan Prasarana Komando Wilayah Militer dan Kantor Daerah Kementerian Perhubungan Jawa tengah.

Sekarang Lawang Sewu beralih menjadi tempat rekreasi dengan sejuta riwayat dan pernah dikukuhkan sebagai salah satunya tempat paling menyeramkan di Asia

Masjid Besar Kauman

Masjid Besar Kauman Semarang yang berada di Jalan Alun-alun Barat Semarang, dahulu sebagai pusat syiar agama Islam pada periode lalu. Mushola yang dahulu ada di muka alun-alun Kota Semarang ini, sering dipakai untuk penyelenggaraan pengajian sekala besar, dan menjadi tempat berkumpulnya ulama besar di Kota Semarang saat mengulas beberapa hal mengenai agama.

Sebagai salah satunya mushola paling tua di Kota Semarang, mushola ini mempunyai riwayat panjang dan jadi kebanggaan masyarakat Semarang.

Namun semenjak 1938, alun-alun yang ada di muka mushola ini berpindah peranan jadi teritori komersil, yakni semenjak ada Pasar Johar, Pasar Yaik, dan jadi teritori perdagangan Johar.

Selainnya bangunannya yang unik, seperti dalam beberapa masjid kuno di pulau Jawa, Mushola Agung Semarang ada di pusat perkotaan (alun-alun) dan bersisihan dengan pusat pemerintah (kanjengan) dan penjara. Dan tidak memiliki jarak jauh dari pusat perdagangan (Pasar Johar). Ini sebagai keunikan dari tata ruangan kota pada jaman dulu.

Gereja Blenduk Semarang

Jangan mengaku sudah pernah ke semarang kalau belum pernah ke kota lama Semarang bila tidak menyaksikan Gereja Blenduk. Gereja tua itu memiliki kubah warna merah bata yang menonjol, kontras dengan tubuh gereja yang putih bersih. Tidaklah aneh, keindahannya membuat gereja itu menjadi satu diantara icon kota lama Semarang.

Nama aslinya GPIB Immanuel Semarang. Dia dibuat pada 1753 dan sebagai salah satunya gereja Kristen paling tua di Indonesia. Arsitekturnya yang berpenampilan neo-gothik memperlihatkan ada sentuhan Eropa di proses kontruksinya.

Yang paling unik dari gereja itu kubahnya, hingga disebutkan oleh masyarakat sekitaran jadi Blenduk. Berlainan dengan gereja secara umum, atapnya berupa dome yang dilapis perunggu. Bangunannya berupa heksagonal atau sisi delapan.

Menara Mercusuar Willem III

Menara Mercusuar Willem III ialah saksi bisu perubahan Dermaga Tanjung Emas Semarang. Bangunan itu dibuat pada periode penjajahan Belanda dan tetap berdiri kuat pada periode sekarang.

Bangunan monumental itu berada di Jl. Bandarharjo Selatan, Bandarharjo, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang. Persisnya ada teritori di Dermaga Tanjung Emas.

Dermaga Tanjung Emas telah berkembang semenjak era ke-16. Di saat itu, keadaan teritori itu kurang untung karena banyak pasir dan pengendapan lumpur yang terjadi secara beruntun.

Menara mercusuar tersebut dibangun pada era kolonial Belanda tahun 1879 dan selesai pada tahun 1884. Namanya disesuaikan dengan nama kerajaan yang memimpin pada saat itu alias Willem III.

Kawasan Pecinan Semarang

Komplek Pecinan sebagai salah satunya teritori sebagai referensi rekreasi di Kota Semarang. Bukan hanya dipenuhi oleh bangunan-bangunan lama waktunya, macam kulineran ciri khas menjadi incaran khusus di Pecinan.

Selainnya rekreasi, Pecinan mempunyai cerita bersejarah untuk warga di Kota Semarang. Sudah exist semenjak beberapa ratus tahun banyak narasi riwayat yang tertuang di sini.

Teritori yang sekarang jadi rekreasi budaya ini ada tidak jauh dari daerah Kota Lama, Semarang.

Terciptanya Komplek Pecinan Semarang tidak terlepas dari kejadian perlawanan masyarakat Tionghoa saat periode penjajahan.

Perlawanan ini dimulai di Batavia atau sekarang Jakarta pada tahun 1740. Karena perlawanan itu banyak masyarakat Tionghoa yang dibawa faksi Belanda ke Semarang.

Pada awalnya berada di wilayah Gedong Batu, sebelumnya terakhir dipindah ke lokasi Pecinan sekarang ini.

Selain wisata sejarah di atas, paket wisata semarang juga bisa di padukan dengan Paket Wisata Alam yang masuk ke wilayah Kabupaten Semarang, seperti:

  • Kawasan Wisata Bandungan
  • Candi Gedong Songo
  • Komplek Wisata Umbul Sidomukti
  • Taman Ayanas
  • dan berbagai tempat wisata alam lainnya
desain web semarang